Rabu, 28 Juni 2017

Senja Yang Hilang di Sudut Meja

Senja merambat di pinggir kacamata Rachel, sedikit menyilaukan pandangan yang sejak tadi berusaha menghindari dari tatapan lelaki di depannya.
Selama beberapa minggu terakhir, lelaki itu tidak berhenti menghubunginya dan terus berusaha untuk menemuinya.
Seberapa pun kerasnya ia berusaha mengelak.
Hingga pada akhirnya Rachel memutuskan menerima ajakan lelaki itu untuk bertemu dan membicarakan masalah yang terjadi di antara mereka.

Ia harus benar-benar menyelesaikan ini.
"Aku ingin kita memulai lagi semuanya dari awal", ucap lelaki itu.
"Aku tidak mengerti."
"I want you to stay with me."
"Diantara kita sudah tidak ada apa-apa lagi.
Tidak ada yang perlu di mulai.
Semuanya sudah berakhir."
Rachel berusaha keras meengendalikan debar di dadanya.
"Kamu bilang kamu tidak berencana untuk pergi cel."
"Kamu seharusnya tidak kembali, berbahagialah dengan dia."
"Aku bahagia denganmu!"
Lelaki itu mengenggam tangan Rachel.
Rachel menarik tangannya, tetapi lelaki itu mencengkramnya lebih erat.
"Kita ____" Rachel menahan sesak di dadanya yang seketika mucul kembali, mengacaukan suaranya, "_____ Aku dan kamu, tidak bisa memulainya seperti ini."
"Lalu bagaimana kita harus memulainya lagi? Katakan! Dan akan aku lakukan.
"Kamu tidak mengerti."
Rachel melepaskan tangannya dari genggaman lelaki itu dan beranjak dari kursinya, meninggalkan sepiring kecil ice cream chocolate yang belum tersentuh dan mulai mencair.

Senja memantul di meja kaca.
Lelaki itu tertunduk dan melihat wajahnya sendiri sebagai bayangan di meja.
Tatapan mata Rachel baru saja memukul dadanya dengan keras.
Tiba-tiba saja, ia merasa sangat lemah dan tidak bisa melangkah dari tempat duduknya untuk menahan Rachel agar ia tidak pergi.

Di kaki langit, semburat senja perlahan memudar dan tertelan oleh langit yang kelabu.
Sekelabu hati Rachel yang sedang mencoba untuk mengembalikan kesadarannya.
Sungguh, Rachel seharusnya tahu sejak awal, bahwa ia tidak bisa berlama-lama berada dalam hubungan seperti ini.
Bahkan, seharusnya ia tidak penah memulainya.

To be Continue on my Wattpad: ayuyunicorn
Thanks for reading :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisakah Kaubayangkan Rasanya jadi Aku?

Kamu pernah menjadi bagian hari-hariku. Setiap malam, sebelum tidur, kuhabiskan beberapa menit untuk membaca pesan singkatmu. Tawa...