Belakangan ini aku sering sekali galau.
Bukannya aku menyesal telah membuatnya pergi, hanya saja ini pertama kalinya aku benar-benar menyakiti hati seseorang.
Bukan menyakitinya lagi bahkan mematahkan hatinya.
Mungkin aku perempuan yang sangat jahat, hanya itu yang aku sesali menyesal pernah menjadi jahat.
Atau mungkin karena entah aku sendiri yang masih terjebak pada rasa galauku.
Bisa jadi karena ada firasat lain yang akan datang dalam waktu dekat ini, aku tak tahu.
Tak tahu bagaimana aku ingin berbagi perasaanku.
Aku ingin mengungkapkan semua kegetiranku saat ini.
Aku masih merasakan debar jantungnya, nyawanya, sentuhan tangannya, lirikan matanya, gertakan marahnya, rengek tangisnya.
Dia pergi karena aku, aku yang memintanya pergi.
Tak tahu harus bagaimana lagi untuk melenyapkannya dari hidupku.
Takdir bicara lain.
Dia tak pernah lagi mau menemuiku.
Jangankan bertemu, tak sengaja berpapasan saja dia sama sekali tidak ingin menatapku.
Mungkin dia sudah sangat membenciku,
"Ya kau berhasil Ayu" seolah ada yang membisikan kalimat itu ke telingaku tetapi ini justru membuatku sakit.
Akan tetapi jika difikir kembali semua hal ini bisa terjadi karena kesalahan kami.
Aku tidak ingin menyalahkannya hanya saja rasa egois dan ingin selalu dapat dimengerti terlalu kuat melekat pada diri kami berdua.
Aku pun tahu sejatinya manusia memiliki rasa egois tetapi tetap pada porsinya masing-masing.
Mungkin ini adalah cara terbaik bagi kami untuk berhenti saling menyakiti, menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah.
Padahal pernah sesekali aku memimpikannya bisa bersanding denganku.
Yang aku tahu sejak pertama bertemu dengannya aku berfikir mungkin dialah orang tepat,
seseorang yang tepat untuk memperbaiki hatiku, tempat mencurahkan cinta dan membesarkannya dihatinya.
Tetapi takdir berkata lain aku tak mampu bertahan.
Dia bukanlah jodohku.
Dia bukanlah orang yang bisa memperbaiki hatiku, ya bukan dia orang yang sedang aku tunggu untuk membuat hati ini tetap utuh dan tidak rusak.
Mungkin dia hanyalah sebagian dari lembar kisah cinta dihidupku, untuk membuatku lebih kuat lagi.
Dan hingga sampai saat ini aku masih betah berlama-lama sendiri, bukan tak mampu mencari yang lebih baik hanya saja aku ingin mengistirahatkan hatiku sampai benar-benar ada seseorang yang tepat yang menariknya kembali dan aku bisa melupakan kenangan kenangan pahit.
Bukannya trauma hanya tidak ingin terluka untuk kesekian kalinya.
Maaf aku pernah menyakitimu.
Aku menyayangimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar